Oleh: Jalod | 06/11/2008

Mengenal Jangkar Emosi Kehidupan Kita


Pernahkah kita teringat akan kejadian sesuatu tatkala melihat sesuatu benda?

Pernahkah kita menangis tatkala hanya melihat sebuah batu karena batu tersebut mengingatkan kita kepada seseorang?

Sahabat Inilah yang dikenal sebagai jangkar emosi atau anchor kalau dalam NLP, yaitu Benda, lagu atau sesuatu apapun itu yang jika kita mengakses sesuatu tersebut maka kita akan teringat sama suatu peristiwa. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Setelah melalui penelitian yang mendalam oleh para pakar ilmu otak, ternyata ketika kita berbicara, berjalan, berdiskusi ataupun melakukan aktifitas yang lain;maka yang bekerja bukan saja alam sadar kita semata namun alam bawah sadar juga ikut bekerja. Alam bawah sadar melalui soft sense kita merekam benda, sesuatu yang menjadi object latar sebuah peristiwa. Object ini bisa jadi sebuah benda, suara latar atau apapun. Yang tanpa sengaja tatkala kita mengakses object itu kembali maka alam bawah sadar akan membawa diri kita kepada suasana kejadian terjadi. Contoh mudah dari anchor adalah lagu kenangan. Pernah suatu orientasi suatu organisasi, kami para panitia memutarkan satu buah lagu yang diulang-ulang terus menerus selama dua hari acara orientasi itu berlangsung. Setelah tiga tahun orientasi tersebut berlalu, saya dengan sengaja memutarkan lagu tersebut pada saat acara reuni. Hasilnya hampir semuanya mengomentari lagu itu dan mengasosiasikannya dengan peristiwa orientasi yang telah berlalu 3 tahun silam. Ada yang teringat masa-masa kebersamaan. Ada yang teringat tentang seniornya yang cerewet dan kegatelan. Serta kenangan-kenangan yang lainnya dari para peserta perlahan demi perlahan terbuka kembali. Lalu apa sih gunanya kita mengenal jangkar emosi ini?

Kegunaan jangkar emosi banyak sekali, selain sebagai salah satu cara untuk meremind kembali suatu informasi, jangkar emosi (anchoring) berguna juga untuk mengatasi trauma. Selain itu, setelah kita mengetahui jangkar emosi, setidaknya kita mulai harus waspada dengan segala aktifitas negatif yang kita lakukan. Karena baik kejadian yang positif maupun negatif pasti akan meninggalkan jangkar emosi dalam fikiran kita. Setelah kita mengetahui jangkar emosi ini barulah kita fahami mengapa suami istri dilarang keras untuk berantem, ribut dan bertengkar di kamar tidur bahkan di rumah mereka. Karena tatkala sepasang suami istri bertengkar di kamar tidur maka alam bawah sadar akan merekam bangunan, benda atau apapun yang ada di kamar tidur lalu mengasosiasikan sebagai jangkar emosi mereka akan peristiwa pertengkaran tersebut. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab hawa kamar tidur dan rumah tersebut menjadi tidak nyaman lagi. Karena ketika mereka masuk ke kamar tidur, alam bawah sadar tetap menyimpan kenangan buruk berupa pertengkaran tersebut dalam benda- benda dan bangunan yang ada di dalam rumah. Setelah kita mengetahui jangkar emosi ini maka ada baiknya kita (terutama yang sudah menikah) mulai berhati-hati dengan apa yang kita lakukan. Karena bisa jadi ketika kita melakukan perbuatan buruk dan tanpa sengaja alam bawah sadar mengasosiasikan perbuatan buruk tersebut pada sesuatu benda, maka hal tersebut akan menjadi permanent dalam kehidupan kita.

A. Setiawan, C.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: