Oleh: Jalod | 20/11/2008

Apakah saya menikahi orang yang tepat?


Apakah saya menikahi orang yang tepat?

“Apakah calon suami/istri saya ini adalah orang yang tepat untuk saya nikahi?”

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, “Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?”

Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi saya menjawab “Ya.. tergantung. Apakah pria di sebelah anda itu suami anda?”

Dengan sangat serius dia balik bertanya “Bagaimana anda tahu?!”

“Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.”

Inilah jawabannya!

SETIAP ikatan memiliki siklus.

Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telepon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan. Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Ngga perlu berbuat apapun. Makanya dikatakan “jatuh” cinta!

Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta”

Bayangkan ekspresi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.

Jatuh cinta itu mudah.

Sesuatu yang pasif dan spontan.

Tapi?

Setelah beberapa tahun ikatan hubungan terjadi (pacaran/perkawinan ), gempita cinta itu pun akan pudar, perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan. Perlahan tapi pasti.. telepon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang bersemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada?

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang (rencana) rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan “Apakah saya menikahi orang yang tepat?”

atau pertanyaan serupa lainnya “Apakah calon suami/istri saya ini adalah orang yang tepat untuk saya nikahi?” mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya.. Nah lho!

Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain. Dan ketika ikatan itu akhirnya kandas? Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar.

Berbagai macam cara, bentuk, dan ukuran untuk pelampiasan ini. Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV sampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal- hal yang menyolok lainnya.

Tapi tau ngga?!

Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya

ada didalam ikatan hubungan itu sendiri.

Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya.

Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh,

Anda bisa!

Bisa saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik.

Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada ikatan hubungan anda). Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah. Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati  keadaan yang sama dengan ikatan hubungan anda sekarang.

Itu adalah siklus…

Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)

KUNCI SUKSES IKATAN HUBUNGAN (PACARAN/PERNIKAHAN ) BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT ATAU COCOK,  NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!

Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan

Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi!

Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya

Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.

Benar juga ungkapan “diperbudak cinta”

Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.

Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK

Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar ikatan hubungan berjalan dengan baik .

Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.

Cinta bukanlah MISTERI

Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar ikatan hubungan berjalan lancar.

Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan hubungan juga ada hukumnya.

Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan juga DAPAT membuat hubungan itu lebih kuat. Ini merupakan reaksi sebab akibat.

Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa “MEMBUAT” cinta, bukannya “JATUH”. Karena cinta dalam suatu hubungan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN..!

jika ia sebuah cinta…..

ia tidak hanya berjanji..

namun senantiasa memenuhi..

jika ia sebuah cinta…..

ia tidak cantik atau ganteng..

namun senantiasa menarik..

jika ia sebuah cinta…..

ia tidak terucap dengan kata..

namun senantiasa hadir dengan sinar mata..

jika ia sebuah cinta…..

ia mungkin tidak suci..

namun senantiasa tulus..

jika ia sebuah cinta…..

ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan…

namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan..

CINTAILAH pasangan anda, seperti anda INGIN DICINTAI olehnya.

SETIALAH pada pasangan anda, seperti anda INGIN MENDAPATKAN KESETIAANNYA.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: