Oleh: Jalod | 30/12/2008

10 hal yang harus pengemudi mobil ketahui mengenai motor



Banyak orang memilih motor sebagai sarana transportasi mereka untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Selain konsumsi bbm yang relatif lebih irit, juga karena bentuknya yang mungil dibandingkan kendaraan roda 4 yang paling mungil sekalipun. Karena kemungkinannya itu maka banyak pengemudi kendaraan roda 4 atau lebih seringkali tidak awas terhadap kendaraan roda 2 di jalan. Berikut ini ada 10 tips yg ditejemahkan secara bebas yang mungkin bermanfaat bagi para pengemudi mobil untuk selalu waspada dengan keberadaan kendaran roda 2.

1. Ada lebih banyak mobil & truk dari pada motor di jalan raya (kondisi di Amerika Serikat) & banyak pengemudi mobil tidak menyadari motor, mereka mengacuhkanya (biasanya tidak karena tidak sengaja). Perhatikan motor terutama ketika melewati persimpangan.

2. Karena ukurannya yang kecil, motor mungkin terlihat lebih jauh dari sesungguhnya, ketika melewati persimpangan atau ketika akan keluar/masuk kejalur selalu tanamkan bila motor itu lebih dekat dari pada yang terlihat.

3. Karena ukurannya yang kecil, motor dapat dengan mudah tersembunyi dalam blind spot mobil (pintu, pilar atap) atau tersamar dengan obyek atau latar belakangnya (jembatan, pagar, dll). Tambahkan waktu lebih untuk mengecek dengan teliti, ketika akan bergeser jalur atau berbelok.

4. Karena ukurannya kecil, motor terlihat bergerak lebih cepat dari sesungguhnya. Jangan berasumsi bahwa seluruh pengendara motor adalah monster pemuja kecepatan.

5. Pengendara motor acapkali memperlambat kendaraan dengan menurunkan gigi/mengendurkan gas, sehingga lampu rem tidak menyala. Beri jarak lebih, sekitar 3/4 detik. Ketika dari persimpangan, prediksikan pengendara motor memperlambat kendaraan tanpa memberikan peringatan yang terlihat.

6. Lampu sein tidak mati sendiri setelah berbelok, beberapa pengendara (terutama pengendara baru) lupa untuk mematikannya setelah berbelok atau pindah lajur. Pastikan lampu sein pengendara motor itu memang ditujukan untuk berbelok atau pindah lajur.

7. Pengendara motor terkadang menyesuaikan posisi dalam jalur-jalur agar mudah terlihat & tidak meminimal efek debu jalan, kendaraan yang lewat & arah angin. Pahami bahwa pengendara motor menyesuaikan posisinya dari jalur untuk sebuah tujuan, bukan ceroboh atau pamer atau mengijinkan anda untuk berbagi jalur.

8. Bisa bermanuver adalah karakteristik motor terutama pada kecepatan rendah & kondisi jalan yang baik tetapi jangan berharap pengendara motor selalu bisa bermanuver dengan baik di jalan raya.

9. Jarak pengereman motor hampir sama dengan mobil, tetapi jalan licin membuat motor lebih sulit berhenti. Beri jarak lebih jauh dibelakang motor menyesuaikan posisinya dari jalur untuk sebuah tujuan.

10. Ketika motor bergerak, jangan berpikir bahwa itu adalah sebuah motor pikirkan dia sebagai seorang manusia.

AKP ANGGI SIREGAR, KASAT LANTAS

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: