Oleh: Jalod | 09/07/2009

Manfaat Tanaman Seledri (Apium graveolens L)


SUDAH ditemukan dalam sisa kubur Tutankhamun, Raja Mesir. Pertama kali diterangkan oleh Carolus Linnaeus (dalam Species Plantarum, 1753) di Sunda terkenal dengan nama saladri dan di Jawa terkenal dengan nama seledri. Penggunaan biji sebagai pil pereda sakit telah diterangkan oleh Aulus Cornelius Celsus kl tahun 30 AD.

Menurut Prof Dr H Azwar Agoes DAFK SpFK (K), Batang Apium graveolens dapat tumbuh mencapai 1 m. Batang tidak berkayu, beralus, beruas, bercabang, tegak, hijau pucat. Daunnya Tipis majemuk, daun muda melebar atau meluas dari dasar, hijau mengkilat, segmen dengan hijau pucat, tangkai di semua atau kebanyakan daun merupakan sarung.

“Daun bunga, putih kehijauan atau putih kekuningan ½ -3/4 mm panjangnya. Bunga, Tunggal, dengan tangkai yang jelas, sisi kelopak yang tersembunyi, daun bunga putih kehijauan atau merah jambu pucat dengan ujung yang bengkok. Bunga betina majemuk, tidak bertangkai atau bertangkai pendek, sering mempunyai daun berhadapan atau berbatasan dengan tirai bunga. tirai bunga, tidak bertangkai atau dengan tangkai bunga tidak lebih dari 2 cm panjangnya. Buah, panjangnya sekitar 3 mm, batang angular, berlekuk, sangat aromatik. Akar tebal,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Prof Dr H Azwar Agoes ini mengatakan, tanaman ini mengandung androstenone yang belum diketahui kegunaannya. Bergapten dalam biji akan meningkatkan kepekaan terhadap sinar matahari. Minyak biji seledri ini terdapat dalam minyak esensial dan dicampurkan dalam shampoo penghalus kulit. Bagi yang sensitif berbahaya kena sinar matahari. Juga tidak boleh digunakan orang hamil karena dapat meransang uterus.

”Seluruh herba seledri mengandung glikosida apiin (glikosida flavon), isoquersetin, dan umbelliferon. Juga mengandung mannite, inosite, asparagine, glutamine, choline, linamarose, pro vitamin A, vitamin C, dan B. Kandungan asam-asam dalam minyak atsiri pada biji antara lain, asam-asam resin, asam-asam lemak terutama palmitat, oleat, linoleat, dan petroselinat. Senyawa kumarin lain ditemukan dalam biji, yaitu bergapten, seselin, isomperatorin, osthenol, dan isopimpinelin,”bebernya.

Lebih jauh ia mengatakan, kegunaan dan khasiatnya, secara tradisional tanaman seledri digunakan sebagai pemacu enzim pencernaan atau sebagai penambah nafsu makan, peluruh air seni, dan penurun tekanan darah. Di samping itu digunakan pula untuk memperlancar keluarya air seni, mengurangi rasa sakit pada rematik dan pirai, juga digenakan sebagai anti kejang. Selebihnya daun dan batang seledri digunakan sebagai sayur dan lalap untuk penyedap masakan

“Di beberapa suku digunakan sebagai diet melangsingkan badan karena mengandung serat yang berkalori rendah,”jelasnya.

Biji mengandung sejenis minyak atsiri yang digunakan dalam industri parfum dan obat-obatan. Terdapat pula senyawa organik yang disebut apiol. “Garam salderi” dapat diperoleh dari biji yang ditumbuk atau dibuat dari ekstrak akat tanaman, dipakai penambah aroma minuman koktail. Biji digunakan juga untuk bumbu atau penambah rasa bahan makanan.

Ditambahkannya, untuk bahaya alergi, ada sebagian orang yang alergi dengan seledri. Paparannya akan menimbulkan syok anafilaksis Alergen penyebab tidak hilang jika dimasak. Akar mengandung allergen lebih banyak dan biasa dimakan atau dicampurkan dalam minuman.

”Seperti kacang tanah (banyak di AS) salderi dapat menimbulkan reaksi syok anafilaksis yang berbahaya (banyak di Eropa), tanaman ini sekarang ada dimana-mana banyak ditanam orang untuk diambil daun, akar, dan buahnya,”tukasnya.(mg39)

(Sumatera Express Online)

Iklan

Responses

  1. Assalamu’alaikum..

    Subhanallah..

  2. Wa’alaikumsalam…
    Semoga bermanfaat bagi semua pembaca..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: