Oleh: Jalod | 17/07/2009

Kerja keras lalat


Beberapa ekor lalat terbang berpesta di tong sampah belakang sebuah rumah. Suatu ketika anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumahnya. Seekor lalat segera terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju meja makan yang penuh dengan makanan lezat.
“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya.

Setelah kenyang si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu di mana dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan dan esok paginya nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Ketika menjumpai lalat yang tak berdaya tadi, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini Pak? mengapa dia kita temukan sudah lemas sekarat?”
“Oh … itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini,
sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras, berusaha keluar dari pintu kaca itu namun tetap tidak menemukan jalan keluar, akhirnya kehilangan tenaga dan menjadi menu makan malam kita.”
Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi
“Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? kenapa tidak berhasil?”
Masih sambil berjalan dan memangggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab,
Lalat itu tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali,
hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.

Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini

(Irhamni)


Responses

  1. subhanallah, sebuah pencerahan dan satu ilmu untuk menjalani hidup didunia yg fana ini, syukron akhi, wass

    • Sama-sama ukhti..wa’alaikumsalam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: