Oleh: Jalod | 23/07/2010

Cara Aman Pakai Kompor Gas


Tips cara aman bagaimana menggunakan tabung kompor gas Elpiji tipe 3 kg dan 12 kg dan langkah pengamanan preventif saat tercium bau gas supaya tidak meledak.

Kuatir juga saya saat tiap hari membaca dan melihat berita tabung gas elpiji (lpg) meledak dan memakan korban tewas atau cacat seumur hidup. Bayangkan, apabila nasib nahas itu menimpa kita sendiri: istri, suami, anak, pembantu dan kerabat lain.

Saya sudah membuat pengamanan di dapur antara lain seperti lobang angin tepat di dekat tabung gas supaya kalau bocor tidak mengendap. Rencana mau saya pasang kipas angin juga. Saya belum juga tenang, dan inilah tips aman pakai elpiji yang saya dapat dari berbagai sumber:

8 LANGKAH PREVENTIF

1. Belilah tabung gas di agen resmi Pertamina.

2. Saat membeli, pastikan ada karet hitam pada valve tabung.

3. Saat akan digunakan, pastikan selang terpasang ke regulator dan kompor dengan baik, serta kencangkan klemnya.

4. Letakkan tabung di bawah kompor, tidak sejajar dengan kompor, atau agak jauh dari kompor agar panas api dari kompor tidak menyambar ke tabung.

5. Pasang regulator dan putar kenop regulator searah jarum jam sampai menunjuk ke bawah,

6. Untuk menyalakan kompor: tekan kenop kompor lalu putar ke kiri. Apabila api belum menyala, jangan mencolok valve tabung. Sebaiknya, ketuk-ketuk atau goyang-goyangkan selang.

7. Jangan memakai tabung gas secara bersamaan dengan kompor minyak tanah dalam posisi berdekatan. Sebab, bila ada indikasi kebocoran selang, api bisa menyambar.

8. Sebaiknya dapur memiliki sirkulasi udara yang baik. Bila tercium bau gas, segera lepas regulator di tabung. Bawa tabung keluar ruangan, dan pintu harus dibuka. Jangan jendela yang dibuka, sebab gas yang sifatnya lebih berat dari udara, ada di permukaan lantai.[1]

SAAT TERCIUM BAU GAS

1. Saat tercium bau khas gas, langkah pertama adalah memadamkan semua yang berapi, seperti kompor, korek api, lampu penerangan, lampu senter, bahkan tombol listrik yang dalam posisi ”on”.

2. Melepas regulator dari lubang tabung agar klep atau katup di ujung tabung itu tertutup otomatis.

3. Membuka akses ke udara luar, seperti pintu, jendela, dan terutama ventilasi di bawah.[2]

Sumber:
[1]Tabloid Nova, 10 Mar 2010.
[2] Kompas, 27 Mei 2010.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: